Maut

Agustus 4th, 2009

Kapan dan di manapun kita berada ketika maut sudah datang menjemput kita maka tidak ada seorangpun di antara kita yang mampu untuk mengelak daripadanya. Kita tidak akan bisa bersembunyi, sekalipun di balik benteng dengan tembok yang kokoh di sertai penjagaan yang ketat atau di dalam gua yang jauh dari permukaan tanah Maut akan selalu mampu menemukan kita tepat pada waktunya.

Untuk mereka yang di temuinya, maka maut adalah panggilan dari Sang Kholik dimana hambanya harus segera menemui-Nya untuk kemudian mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang telah di lakukan selama hidup di muka Bumi. Bagi kita yang di tinggal atau masih menunggu, maka maut merupakan sebuah peringatan untuk kita semua, bahwa kitapun akan mengalaminya. Maka janganlah sekali-kali kita melupakannya, Persiapkanlah diri kita untuk menjalaninya, bawalah bekal amalan sebanyak-banyaknya untuk menjalani kehidupan setelah itu.

Dan ingatlah. ‘falaa tamutuuna illa wa antum muslimuun‘ Maka Janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (berserah diri)

Sahabat, telah banyak yang kita lalui bersama. Kemarin adalah hari terakhirmu di dunia fana.  Suatu saat nanti kami pasti akan menyusulmu. inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.

Entry Filed under: pribadi

1 Comment Add your own

  • 1. adeq  |  Agustus 4th, 2009 at 5:25 pm

    ya.. belajar dari kematian mas..
    bukan mbah surip khan mas temannya….

Leave a Comment

Required

Required, hidden

tikus

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe to the comments via RSS Feed



Tulisan Terakhir

Arsip

Blogroll